Polres Temanggung Tak Ada Izin Pesta Kembang Api, Forkopimda Gelar Doa Bersama
Ket [Foto]:

Polres Temanggung Tak Ada Izin Pesta Kembang Api, Forkopimda Gelar Doa Bersama

Temanggung, MediaCenter - Kapolres Temanggung, AKBP Rully Thomas mengatakan tidak mengeluarkan izin penyelenggaraan pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026, sebagai bentuk empati dan solidaritas terhadap korban bencana banjir yang masih melanda sejumlah wilayah di Sumatera.

"Kita masih berduka atas bencana banjir di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Sehingga tidak elok, jika ada pesta pergantian tahun, apalagi pesta kembang api," katanya, Selasa (30/12/2025).

Kapolres menyampaikan, langkah itu juga atas pertimbangan keamanan dan ketertiban, serta menjaga kondusifitas yang telah tercipta dengan baik di wilayah hukum Polres Temanggung.

Kapolres juga mengimbau masyarakat Temanggung untuk merayakan pergantian tahun dengan cara yang lebih sederhana, aman, dan bermakna, kegiatan keluarga, aksi sosial dan peningkatan relijiusitas dengan doa bersama.

Kapolres menambahkan, bahwa Forkopimda akan menggelar doa bersama di Alun-alun Temanggung, yang dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat luas.

Polres Temanggung, akan tetap menggelar patroli pengamanan malam tahun baru di titik-titik strategis, guna memastikan suasana tetap kondusif, tidak terjadi tindak kejahatan, serta lalu lintas tetap lancar.

Kasat Lantas Polres Temanggung, AKP Yosra Meidicta Mandung mengatakan, akan ada rekayasa lalu lintas di Kota Temanggung pada malam tahun baru, terutama sekitar alun-alun agar tidak ada kemacetan.

"Petugas akan ditempatkan di sejumlah titik, untuk kelancaran arus lalu lintas," ungkapnya.

Seorang pemuda, Firman (28) mengatakan, setuju dengan perayaan tahun baru dengan doa bersama dan tidak dengan pesta kembang api.

"Pergantian tahun baru dengan introspeksi yang telah dilakukan dan perencanaan yang akan dilakukan pada 2026," tuturnya.

Lebih baik, katanya, tahun baru dirayakan dengan doa dan kepedulian, bukan hura-hura, saat banyak saudara yang sedang kesusahan.

Dengan kebijakan ini, Polres Temanggung menegaskan, bahwa perayaan boleh meriah, tetapi empati jauh lebih indah ketika dirasakan bersama. (Aiz;Ekp)

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook