Gus Romzi; Admin Medsos Ponpes Harus Lebih Aktif dan Kreatif
Ket [Foto]:

Gus Romzi; Admin Medsos Ponpes Harus Lebih Aktif dan Kreatif

Temanggung, Media Center -  CEO Pesantren Development, Gus Rozi Ahmad, sekaligus tokoh muda NU mengajak agar konten-konten kreator di pondok pesantren (ponpes) jangan takut membuat konten lagi, bahkan harus lebih aktif dan kreatif lagi dalam mengkomunikasikan dan menjelaskan kepada publik tradisi-tradisi yang ada di ponpes.

Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber dalam talk show "Gen Z Ayo Nyantri" di SMA Nur Lintang, Kedu, Temanggung, Senin (20/10/2025).

Selain Gus Romzi, talkshow yang digagas Lembaga Ta'lif wan Nasyr (LTN) NU Temanggung ini juga menghadirkan Wakil Bupati Nadia Muna, serta Ketua PCNU Temanggung KH. Muchamad Nurul Yaqin.

Ia berpesan, untuk admin pondok pesantren di seluruh Temanggung khususnya dan Indonesia pada umumnya, tanggung jawab sebagai admin ponpes sangat besar, jadi main sosmed untuk admin media pesantren berkaitan dengan substansi, bagaimana masyarakat memahami apa yang terjadi di pondok pesantren dan bagaimana pondok pesantren bisa menjelaskan dengan baik kepada publik tradisi-tradisi di pondok pesantren.

"Ini sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai ajaran syariat, tapi justru, ini menguatkan ajaran syariat yang diajarkan oleh para ulama pesantren. Ini sudah berjalan lama ratusan tahun dan ini menunjukkan, bahwa keberhasilan masyarakat Indonesia dalam memahami ajaran keagamaan melalui pondok pesantren itu juga dikuatkan oleh tradisi-tradisi yang ada di sana," jelasnya.

Ia menegaskan, para admin medsos, jangan lupa dijelaskan kepada publik, mengapa tradisi itu ada dan mengapa tradisi itu tidak bertentangan dengan syariah artinya jangan takut konten lagi, jangan sampai gara-gara kejadian beberapa waktu lalu tidak mau bikin konten lagi.

"Kontennya tetap ada dan berlanjut, tapi harus disertai penjelasan-penjelasan yang mungkin lebih holistik, terkait dengan tradisi tersebut, karena kalau kita memaksakan orang lain untuk memahami, tanpa kita jelaskan secara rasa itu juga enggak mungkin bisa terjadi," pesannya.

Ia memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada LTN PCNU Temanggung yang telah menginisiasi kegiatan upgrading teman-teman pegiat media pondok pesantren.

"Tadi berkumpul admin-admin dari seluruh pondok pesantren di Temanggung, Alhamdulillah luar biasa dan saya juga melihat semangat mereka untuk berbenah dan memperbaiki diri pasca kejadian kemarin yang ramai sekali soal Trans7," tuturnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini harus dilanjutkan dengan kegiatan berikutnya, yaitu upgrading yang langsung berkaitan dengan teknik skill

"Kalau acara tadi itu masih berfokus pada kegiatan yang bersifatnya pengetahuan, kalau besok, kita bikin kegiatan satu lagi yang berkaitan dengan skill. Jadi, dari mulai bagaimana penyusunan kontennya, seperti apa, kemudian sampai ke level produksi kontennya nanti seperti apa. Saya rasa kita perlu kegiatan tambahan dan InsyaAllah nanti kita akan datangkan dari Jakarta untuk membuat acara lebih lanjut," lanjutnya.

Wabup Nadia Muna mengatakan, media-media pesantren untuk memberikan edukasi dan pembekalan untuk tetap berdaya dan juga untuk melakukan pemberdayaan terhadap peserta. Pemkab Temanggung terus akan mendukung, agar media-media pesantren ini berkembang.

"Untuk sama-sama mensyiarkan agama Islam dan juga memberikan informasi yang bagus dan tidak miss informasi kepada masyarakat luas agar informasi di pesantren ini bisa mengembangkan potensi-potensi media sosial yang ada di pesantren," katanya.

Ketua PCNU Temanggung Muchamad Nurul Yaqin mengatakan, talkshow ini menjadi ajang meningkatkan kapasitas admin-admin ponpes dalam mengelola media sosial di masing-masing ponpes. Sehingga kedepan, ponpes menjadi salah satu pilihan menarik bagi gen Z untuk melanjutkan pendidikan, terutama dalam pendidikan keagamaan.

"Bagaimana mengolah media sosial dengan baik dan menarik, ini menjadi salah satu tujuan utama dari kegiatan hari ini," ungkapnya. (Fir;Ekp)

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook