Bangun Irigasi Pertanian, Temanggung Dapat Alokasi Rp 14 Miliar
Ket [Foto]:

Bangun Irigasi Pertanian, Temanggung Dapat Alokasi Rp 14 Miliar

Temanggung, Media Center - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah mendapat alokasi Rp 14 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk pembangunan saluran irigasi pertanian di delapan titik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Temanggung, Hendy Wahyu Noerhidayat, Kamis (13/11/2025) mengatakan, delapan titik yang menjadi target pembangunan itu tersebar di tujuh kecamatan.

"Pembangunan saluran irigasi ada di delapan titik, jaringan irigasi itu yang tadinya tanah kita ada perkuatan beton bertulang, kemudian ada dua titik perbaikan bendungnya, nilainya beda-beda tergantung dengan kebutuhan kerusakan dari masing-masing DI (daerah irigasi_red)," katanya.

Ia menyebutkan, delapan titik itu adalah saluran irigasi Aji Margo Sono Lempuyang, Kecamatan Candiroto, Aji Nampirejo dan Sililin di Kecamatan Tembarak, kemudian saluran irigasi Aji Jaya Madureso, Kecamatan Temanggung, Aji Silenging Ngemplak, Kecamatan Kandangan, Aji Gambasan Kecamatan Selopampang, serta waduk Desa Kemiri, Kecamatan Kaloran dan Desa Jombor, Kecamatan Jumo.

"Dengan bangunan saluran irigasi dan waduk yang bagus itu, maka penyediaan air akan stabil. Sehingga produktifitas pertanian padi di lahan 400 hektare lebih ini dapat ditingkatkan guna mendukung ketahanan pangan nasional," tuturnya.

Sementara, Anggota Komisi IV DPR RI Sofyan Dedy Ardyanto terus berupaya membantu Pemkab Temanggung dalam mendapatkan anggaran dari pemerintah pusat, khususnya pembangunan saluran irigas pertanian untuk menjaga ketersediaan air, sekaligus mengatasi kekeringan.

"Pemerintah pusat sekarang ini konsentrasi pada ketahanan pangan, ketahanan pangan ini butuh suplai air yang mencukupi supaya tanamannya tumbuh subur, supaya suplai air itu lancar, maka infrastruktunya air juga harus bagus," katanya.

Menurutnya, pembangunan irigasi tersebut sangat penting, terlebih saat musim kemarau. Dengan ketersediaan air yang terjaga, petani bisa tetap menanam tanaman padi, maupun tanaman hortikultura, serta palawija.

"Di tahun ini, Temanggung juga mendapat program P3TGAI dari Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak yang merupakan aspirasi dari kami, Komisi IV DPR RI, itu ada di 46 lokasi dengan nilai Rp195 juta per lokasi," tuturnya. (Fir;Ekp)

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook