Ket [Foto]: Inovasi Plasma Ozon
Inovasi Plasma Ozon Cegah Pembusukan Produk Pertanian
Temanggung, Media Center - Teknologi plasma berbasis ozon (O3) mulai diperkenalkan kepada para petani di Desa Campurejo, Kecamatan Tretep, Temanggung, untuk penanganan pasca panen hasil pertanian, Rabu (21/1/2026).
Plasma Ozon ini merupakan inovasi dari Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang untuk mencegah pembusukan, serta memperpanjang masa simpan hasil pertanian, seperti produk hortikultura, maupun buah-buahan.
Guru Besar Ilmu Ekonomi UNDIP Semarang, Firmansyah mengatakan, teknologi ini mengandalkan generator Plasma Ozon yang dipasang pada sistem cold storage berkapasitas dua ton. Dengan bantuan ozon dapat membunuh mikro organisme penyebab pembusukan dan menghilangkan residu pestisida.
"Hasil panen itu hanya direndam selama lima hingga sepuluh menit agar pada proses itu diketahui teknologi ozon pada pangan memanfaatkan gas ozon (O3) sebagai disinfektan alami yang efektif untuk membunuh mikroorganisme, menghilangkan residu pestisida, mengawetkan produk, serta memperpanjang masa simpan tanpa meninggalkan residu berbahaya, karena mudah terurai menjadi oksigen," jelasnya.
Dengan demikian, menurutnya, hasil pertanian, maupun buah dapat bertahan segar hingga satu bulan, karena menjadikannya alternatif pengawet yang aman, ramah lingkungan dan menjaga kualitas nutrisi, serta sensorik makanan.
"Dengan alat itu menyelesaikan problem pembusukan, pestisida hilang. Walaupun pertanian dilakukan secara tradisional, tidak organik, setelah dicuci istilahnya jadi organik, sehingga nilai barang bisa berlipat ganda, yang tadinya dijual Rp 25 ribu, karena organik, bisa Rp 35 ribu hingga Rp 50 ribu, dan itu diterima pasar modern," lanjutnya.
Bupati Agus Setyawan mengatakan, inovasi ini menjadi opsi bagi petani untuk menunda penjualan hasil panen ketika harga di pasaran rendah, sehingga saat harga kembali normal dapat dijual.
"Dengan skema ini diharapkan mampu menjaga pendapatan petani, sekaligus menekan fluktuasi harga di pasar, karena produk pertanian ini bisa disimpan dahulu," katanya.
Sebagai pengembangan teknologi ini, Bupati Agus Setyawan akan mengusulkan anggaran di APBD tahun 2026 untuk pengadaan alat Plasma Ozon bagi beberapa wilayah yang menjadi sentra hortikultura.
"Jika memang alat ini mampu membantu petani untuk penanganan pasca panen, dari Pemkab Temanggung akan mensuport untuk bisa menyediakan ini di beberapa titik, semoga ini menjadi solusi berkaitan dengan peningkatan pendapatan dan kesejahteraan para petani," tandasnya. (Fir;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook