Ket [Foto]: Khaul Ki Ageng Makukuhan
Bupati Agus Setyawan di Khaul Ki Ageng Makukuhan: Alam Nek Nesu Ora Ngode!*
Temanggung, MediaCenter - Bupati Agus Setyawan mengingatkan dampak mengerikan, jika alam tidak lagi dirawat. Menggunakan istilah Jawa yang khas, ia menyebut bencana bisa datang kapan saja tanpa diiringi "kode" atau peringatan.
" Monggo sami rawat alam sekitar kita. Yen mboten dirawat, mengkeh alam nek nesu wis ora ngode. Teko-teko mak bedunduk. Kalau ngode iseh ngira-ngira, isoh mlayu umpetan . (Mari kita rawat alam sekitar kita. Kalau tidak dirawat, nanti kalau alam marah sudah tidak pakai kode/tanda. Tiba-tiba datang. Kalau memberikan kode ya bisa lari dan bersembunyi_red)," tuturnya.
Pernyataan itu disampaikan Bupati yang akrab disapa Agus Gondrong ini saat menghadiri Pengajian Khaul ke-16 Ki Ageng Makukuhan di Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Kamis (22/1/2026) malam. Sebagai bentuk aksi nyata, Agus secara simbolis memberikan bibit pohon kepada Kepala Desa Kedu untuk ditanam.
"Saya memberikan bibit pohon ini sebagai simbol kita harus berdamai dengan alam, bersatu dengan alam. Jangan sampai tidak nandur (menanam_red). Dirawat mata air kita sebaik-baiknya. Masyarakat di perbatasan kawasan Perhutani juga dirawat tanah-tanahnya, jangan digunduli," pesannya.
Tak lupa, Agus Gondrong mengajak masyarakat untuk meneladani sosok Ki Ageng Makukuhan. Menurutnya, Ki Ageng Makukuhan adalah figur pemimpin, sekaligus ulama yang punya andil besar bagi kemajuan masyarakat, khususnya di bidang pertanian. Ia pemimpin yang memegang teguh tiga prinsip utama, yakni ngayomi (melindungi), ngelayani (melayani), dan nyontoni (memberi teladan).
"Dari literasi yang saya baca, Ki Ageng Makukuhan adalah seorang ulama, tokoh pemimpin yang tidak hanya tukang perintah saja, tapi juga mau turun ke bawah. Mboten wedi kaleh lendhut, mboten samar nek ireng mergo kepanasan, nggih mboten wedi masuk angin amargi udan. (Tidak takut dengan lumpur, tidak khawatir kulitnya hitam, karena kepanasan, juga tidak takut masuk angin karena kehujanan_red)," imbuhnya.
Pantauan di lokasi, acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri ribuan jamaah. Turut hadir sejumlah tokoh agama, diantaranya KH Muhammad Zubair Fajar, serta Pengasuh PP Al Falah Ploso Kediri, KH Muhammad Makmun Mahfudz. (Adt;Istw;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook