Unik! Bupati Agus Setyawan Tanam Pohon di Tengah Ritual Sadranan Bejen
Ket [Foto]:

Unik! Bupati Agus Setyawan Tanam Pohon di Tengah Ritual Sadranan Bejen

Temanggung, MediaCenter - Bupati Agus Setyawan melakukan aksi penghijauan dengan cara yang tak biasa. Ia menanam bibit pohon di tengah sakralnya prosesi tradisi Sadranan di pemakaman Dusun Ngrimpak, Desa Lowungu, Kecamatan Bejen, Jumat (30/1/2026).

?Aksi ini dilakukan setelah doa bersama dan kenduri makan bersama warga. Agus menyebut, menanam pohon di area makam merupakan simbol penghormatan kepada alam, sekaligus kepada para leluhur yang telah tiada.

?"Penanaman ini dalam rangka merawat alam. Semoga nanti bisa tumbuh, terawat, dan bakoh (kuat_red) seperti beringin yang ada di makam ini," ujar Agus Setyawan di lokasi.

?Pantauan di lokasi, suasana khidmat tradisi menyambut bulan suci Ramadan ini sempat diwarnai angin kencang dan rintik gerimis. Di bawah lebatnya tanaman kopi Robusta yang mengelilingi makam, daun-daun berterbangan menciptakan suasana magis para warga yang duduk lesehan beralaskan tikar.

?Agus Gondrong mengaku merasakan firasat baik saat memasuki area pemakaman. Ia menganggap cuaca tersebut sebagai bentuk "sambutan" dari alam.

?"Tadi saat memasuki makam ada pertanda baik. Saat kita mau melahap kenduri, seketika langsung disambut angin dan gerimis. Kayaknya saya dikenali oleh para leluhur yang bersemayam di sini," imbuhnya sembari tersenyum.

?Aksi lingkungan di tengah kegiatan spiritual ini bukan kali pertama dilakukan oleh Agus. Sebelumnya, ia juga membagikan bibit pohon pada acara Nyadran Perdamaian di Desa Getas, Kecamatan Kaloran, serta saat pengajian Khaul ke-16 Ki Ageng Makukuhan di Kedu.

?"Apapun kita lahir dan bertumbuh seperti sekarang ini tak lepas dari peran para leluhur. Merawat pohon sama dengan merawat warisan mereka," tegasnya.

?Sementara itu, Kepala Desa Lowungu, Slamet Riyanto, mengapresiasi kehadiran orang nomor satu di Temanggung tersebut. Menurutnya, kehadiran bupati menambah semangat warga untuk menjaga tradisi, sekaligus melestarikan lingkungan desa.

?"Bagi kami di Dusun Ngrimpak, Sadranan bukan sekadar ritual setahun sekali, tapi momen mempererat silaturahmi. Adanya aksi tanam pohon ini menjadi pengingat bagi warga, bahwa menjaga makam bukan hanya soal membersihkan nisan, tapi juga merawat alam," tutur Slamet. (Adt;Istw;Ekp)

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook