Ket [Foto]: Puluhan Rumah di Temanggung Rusak Tersapu Angin Kencang
Puluhan Rumah di Temanggung Rusak Tersapu Angin Kencang, Agus Gondrong Dorong Penanganan Cepat Pasca Bencana
Temanggung, MediaCenter – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Temanggung, pada Senin (13/10/2025) sore, mengakibatkan bagian atap rumah-rumah warga mengalami kerusakan. Tak hanya itu saja, sapuan angin juga menyebabkan pohon-pohon bertumbangan hingga sebagian menutup badan jalan.
Berdasarkan catatan data dari Badan Penanggulangan bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, sedikitnya 39 rumah milik warga yang tersebar di empat kecamatan terdampak oleh peristiwa tersebut. Yakni Kecamatan Temanggung, Tembarak, Tlogomulyo dan Selopampang
Dengan rincian, 8 unit rumah mengalami kerusakan cukup berat dan 31 lainnya terpantau dalam kondisi kerusakan ringan dan sudah ditangani oleh petugas. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun total jumlah kerugian material atas kejadian tersebut, ditaksir mencapai lebih dari dua ratus juta rupiah.
Bupati Agus Setyawan, yang langsung terjun ke sejumlah pemukiman warga terdampak, sehari setelah kejadian, menyebut, bahwa pihaknya akan memfokuskan pada percepatan pola penanganan pasca bencana. Yakni dengan menggunakan sistem “keroyokan” dengan melibatkan sejumlah pihak terkait.
Mulai Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD), Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), hingga Palang Merah Indonesia (PMI). Langkah upaya percepatan penanganan pasca terjadinya bencana sendiri, bertujuan untuk menghindari berbagai kemungkinan susulan, mengingat kondisi cuaca saat ini yang tidak menentu.
“Sistem penanganan secara keroyokan yang melibatkan sejumlah pihak diharapkan mampu mempercepat koordinasi, sekaligus upaya penanganan pasca bencana. Utamanya adalah bagi para warga yang rumahnya terdampak kerusakan ringan. Apalagi, mereka juga sudah bahu-membahu untuk bergotong-royong,” tuturnya, Selasa (14/10/2025).
Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Agus Gondrong itu juga mengingatkan kepada para kepala desa agar mengalokasikan anggaran tanggap darurat, sebagai wujud antisipasi terhadap kemungkinan terjadinya bencana di wilayah masing-masing.
“Menyediakan alokasi anggaran tanggap darurat, saya rasa memiliki urgensi tersendiri. Ini adalah bentuk antisipasi atas kemungkinan terjadinya bencana. Kalaupun misalnya tersisa, bisa masuk ke dalam SiLPA,” imbaunya. (Ifn;Istw;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook