Bangun SDM Pertanian Unggul dan Sehat, Menuju Pertanian Berkelanjutan
Ket [Foto]: Bangun SDM Pertanian Unggul dan Sehat, Menuju Pertanian Berkelanjutan

Bangun SDM Pertanian Unggul dan Sehat, Menuju Pertanian Berkelanjutan

Temanggung, Media Center - Muhammadiyah Tobacco Control Center (MTCC) Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) menggelar Sekolah Tani Mandiri Muhammadiyah Seri 7 di Temanggung, Sabtu (22/11/2025).

Program ini dilandasi, bahwa pertanian merupakan salah satu sasaran strategis dalam pembangunan Indonesia, khususnya perwujudan kedaulatan pangan Indonesia. Di sisi lain, banyak pemuda dari keluarga petani yang kehilangan minat terhadap sektor pertanian, karena dianggap tidak modern dan kurang menjanjikan.  

Di era digital saat ini, pertanian memiliki peluang besar melalui penerapan teknologi, sistem agribisnis modern, dan pemasaran digital. Oleh karena itu, kegiatan Sekolah Tani Mandiri dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas SDM pertanian, tetapi juga memperkenalkan digitalisasi pertanian modern.

"Pertanian modern ini menuntut kesiapan SDM yang maju, baik ilmu, maupun teknologinya. Petani milenial diharapkan mampu menjadi resonansi pendorong tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri dan modern," kata Kepala Sekolah Tani Mandiri MTCC UNIMMA, Rochiyati Murni.

Ia mengatakan, peserta sekolah tani ini adalah 40 petani millennial dari  keluarga para petani muda dampingan MTCC Unimma yang tergabung dalam Forum Petani Multikultur Indonesa (FPMI) di dua kecamatan di Kabupaten Temanggung, yaitu Desa Pagergunung, Kecamatan Pringsurat, serta Desa Purwosari dan Desa Kramat, Kecamatan Kranggan.  

"Penentuan sasaran petani millennial ini, dimaksudkan untuk penyiapan dan pencetakan SDM pertanian unggulan guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri, dan modern," jelasnya.  

Ia menuturkan, karakteristik milenial yang akrab dengan komunikasi, media, juga teknologi digital ini berperan penting menjadi faktor pengungkit produktivitas adalah inovasi teknologi dan sarana prasarana pertanian, serta kebijakan peraturan perundangan, termasuk local wisdom.  

"Petani milenial ini diharapkan mampu menjadi resonansi pendorong tenaga muda di sekitarnya untuk menjadi SDM pertanian unggulan yang mampu menggenjot pembangunan pertanian menjadi pertanian maju, mandiri dan modern," tandasnya.  

Diharapkan, kegiatan sekolah tani ini bisa menjadi bagian menuju pertanian yang berkemajuan menuju kemandirian. Petani muda bisa menjadi salah satu role model dalam membangun paradigma jihad kedaulatan pangan dan implementasi sistem pertanian terpadu. (Fir;Ekp)

Bangun SDM Pertanian Unggul dan Sehat, Menuju Pertanian Berkelanjutan
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook