Ket [Foto]: Kriminalitas Temanggung Naik di 2025, Polisi Ungkap Datanya
Kriminalitas Temanggung Naik di 2025, Polisi Ungkap Datanya
Temanggung, MediaCenter – Tren kriminalitas di Kabupaten Temanggung menunjukkan kenaikkan sepanjang tahun 2025. Data kepolisian mencatat, jumlah tindak pidana meningkat dari 101 kasus pada 2024 menjadi 109 kasus di tahun 2025, atau naik 7,9 persen.
Kapolres Temanggung, AKBP Rully Thomas menyebutkan, peningkatan ini mencerminkan tantangan keamanan yang semakin kompleks. Berbagai jenis kejahatan masih mendominasi, mulai dari pencurian, penipuan, tindak kekerasan, hingga kejahatan berbasis teknologi.
“Dibandingkan tahun 2024, terdapat kenaikan delapan kasus kriminalitas pada 2025. Meski masih di bawah 10 persen, ini menjadi alarm bagi kita semua untuk lebih waspada,” ujar AKBP Rully Thomas, Senin (5/1/2025).
Ia mengimbau masyarakat agar kembali mengaktifkan Sistem Keamanan Lingkungan (Siskamling) sebagai langkah pencegahan. Di sisi lain, Polres Temanggung terus memperkuat pengamanan melalui peningkatan patroli di titik rawan, optimalisasi peran Bhabinkamtibmas, serta penguatan Polisi RW.
Meski angka kriminalitas naik, kinerja kepolisian dalam penanganan perkara justru menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, 95 kasus berhasil diselesaikan, meningkat dari 90 kasus pada 2024, atau naik 5,6 persen. Namun demikian, tingkat penyelesaian perkara (clearance rate) secara persentase sedikit turun dari 89 persen menjadi 87 persen, seiring meningkatnya jumlah laporan kejahatan.
Sementara itu, kategori kejahatan yang dinilai meresahkan masyarakat mengalami lonjakan cukup signifikan. Jumlahnya naik dari 23 kasus pada 2024 menjadi 31 kasus di 2025, atau melonjak 34,8 persen. Meski demikian, tingkat penyelesaian justru meningkat tajam hingga 96,8 persen, naik dari 91 persen pada tahun sebelumnya.
“Ini menunjukkan percepatan penanganan perkara dan efektivitas penyidikan di lapangan,” tegas Kapolres.
Adapun sejumlah kasus yang paling sering terjadi sepanjang 2025 antara lain pencurian kendaraan bermotor (17 kasus, 16 selesai), pencurian dengan pemberatan (12 kasus, seluruhnya tuntas), persetubuhan terhadap anak (12 kasus, 100 persen selesai), serta penggelapan (9 kasus, 6 selesai). Selain itu, terdapat 8 kasus pengeroyokan dengan tingkat penyelesaian 88 persen, serta 7 kasus perjudian yang seluruhnya berhasil diungkap.
Kapolres menegaskan, sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama untuk menekan angka kriminalitas dan menjaga keamanan Temanggung ke depan. (Aiz;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook