Gerak Bareng Warga, BNNK Temanggung Bikin Narkoba Keder
Ket [Foto]:

Gerak Bareng Warga, BNNK Temanggung Bikin Narkoba Keder

Temanggung, Media Center - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Temanggung terus memperkuat upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) melalui berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat sepanjang tahun 2025.

Kepala BNNK Temanggung, AKBP Sharlin Tjahaja Frimer Arie mengatakan, berbagai capaian positif berhasil diraih BNNK Temanggung sebagai hasil sinergi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat dalam P4GN.

"Pada tahun 2025, Indeks Kemandirian Partisipasi Masyarakat dalam kegiatan P4GN mencapai angka 4 (Sangat Mandiri). Capaian ini menunjukkan tingginya kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Temanggung," kata AKBP Sharlin, Selasa (6/1/2026).

Ia melanjutkan, Indeks Kota Tanggap Ancaman Narkoba Kabupaten Temanggung tercatat sebesar 3,68 (Sangat Tanggap). Tingginya indeks ini tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, aparat penegak hukum, lembaga pendidikan, maupun elemen masyarakat lainnya.

Dikemukakan dalam rangka deteksi dini penyalahgunaan narkoba, BNNK Temanggung juga telah melaksanakan 17 kali kegiatan tes urine dengan total 411 orang yang mengikuti pemeriksaan. Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai sektor sebagai langkah preventif sekaligus edukatif.

Upaya menciptakan Lingkungan Bersih Narkoba (Bersinar) juga terus diperluas. BNNK telah memiliki 7 (tujuh) Desa Bersinar. Ada tambahan satu Desa Bersinar pada 2025, yakni Desa Kentengsari.

BNNK Temanggung telah memiliki 12 Sekolah Bersinar, selain itu, sejumlah destinasi wisata turut ditetapkan sebagai Wisata Bersinar, antara lain Rawa Gembongan, Posong, Sigandul View, Kledung Park, Botorono, Embung Bansari, dan Embung Kledung.

Sebagai bentuk penguatan inovasi layanan, BNNK Temanggung menghadirkan Program Sindoro BNN atau Sinau Podo Moro BNN. Program ini merupakan layanan informasi dan edukasi yang memberikan kesempatan kepada sekolah, komunitas, dan masyarakat untuk mengunjungi Pusat Informasi Edukasi BNNK Temanggung.

"Melalui program ini, peserta dapat mempelajari tugas pokok dan fungsi BNN, bahaya narkoba, praktek tes urine, tur ruang klinik rehabilitasi, hingga simulasi penangkapan pengedar narkoba," jelasnya.

Selain itu, disampaikan BNNK Temanggung juga melaksanakan Program Sumbing atau Disuluh dan Dibimbing, yaitu program edukasi yang menyasar pasangan orang tua dan anak.

Program ini bertujuan memberikan pemahaman mengenai bahaya narkoba, strategi pola asuh, komunikasi keluarga, serta pengelolaan konflik dalam keluarga. Program Sumbing difokuskan untuk membangun kedekatan (bonding) antara orang tua dan anak guna meningkatkan daya tangkal, serta ketahanan keluarga terhadap penyalahgunaan narkoba.

Program Sumbing ini, telah dilaksanakan bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten Temanggung dan menjangkau 20 kecamatan, dengan melibatkan seluruh desa di Kabupaten Temanggung.

Melalui berbagai capaian dan inovasi tersebut, BNNK Temanggung berharap upaya pemberdayaan masyarakat dapat terus memperkuat ketahanan sosial dan menciptakan Kabupaten Temanggung yang bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. (Aiz;Ekp)

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook