Evaluasi Program Sanitasi Terpadu Djarum Dorong Kolaborasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Temanggung
Ket [Foto]: Evaluasi Program Sanitasi Terpadu Djarum Dorong Kolaborasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Temanggung

Evaluasi Program Sanitasi Terpadu Djarum Dorong Kolaborasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Temanggung

Temanggung, MediaCenter – Program Sanitasi Terpadu Djarum Tahun Anggaran 2025 di Kabupaten Temanggung menunjukkan capaian yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berdampak nyata pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Hal tersebut terungkap dalam kegiatan Evaluasi Program Sanitasi Terpadu Djarum yang digelar di RM Kampoeng Sawah, Temanggung, Selasa (6/1/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh 3 KSM dampingan dari PT Djarum, dan dihadiri oleh perwakilan Perangkat Daerah (PD) Pemerintah Kabupaten Temanggung, antara lain Bapperida, Dinas Kesehatan, Dinkominfo, DPRKPLH, Dinpermades, Pemerintah Desa, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Desa Rowo, Pendowo, Samiranan, serta PT Djarum.

Perwakilaan PT Djarum, Edy Triyanto menyampaikan, bahwa tahun 2025 merupakan tahun ketiga kerja sama PT Djarum dengan Pemkab Temanggung dalam pembangunan sanitasi dan air minum berbasis masyarakat. Melalui pendekatan kelompok swadaya masyarakat, program ini berhasil membangun 243 unit sanitasi individu aman di tiga desa, serta 57 sambungan rumah PDAM.

Menurut Edy, keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah infrastruktur yang terbangun, tetapi juga dari dampak sosial yang muncul. Di Desa Samiranan misalnya, pengelolaan program sanitasi melibatkan tim yang didominasi oleh perempuan muda. Mereka mampu mengoordinasikan program dengan baik, meskipun sebelumnya belum pernah ada peran serupa dan sempat menghadapi keraguan dari lingkungan sekitar.

Sementara itu, di Desa Rowo, program sanitasi turut meningkatkan kapasitas tukang lokal. Melalui keterlibatan langsung dalam pembangunan, para tukang menjadi lebih terampil hingga akhirnya dipercaya mengerjakan proyek-proyek swadaya masyarakat lainnya. Hal ini mendorong pergerakan ekonomi lokal dan kemandirian warga.

Di Desa Pendowo, kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dinilai berjalan solid. Sinergi tersebut menjadi modal penting bagi keberlanjutan pembangunan sanitasi berbasis partisipasi warga.

Edy juga mengapresiasi dukungan PD, termasuk Bapperida, Dinas Kesehatan, Dinpermades, serta Dinkominfo yang dinilainya menjadi contoh baik dalam mendukung program kolaboratif. Ia menegaskan, bahwa potensi pembangunan sanitasi di Temanggung sangat besar dan perlu dijahit dalam sebuah wadah bersama di tingkat kabupaten.

Untuk tahun 2026, PT Djarum kembali menegaskan komitmennya melanjutkan kerja sama dengan target pembangunan sekitar 300 unit sanitasi dan penambahan satu desa baru. Selain sambungan PDAM, ke depan juga akan dikembangkan sistem air perpipaan non-PDAM seperti PAMSIMAS, menyesuaikan kondisi wilayah. PT Djarum berharap, Pemkab Temanggung semakin progresif dan proaktif dalam mendorong kolaborasi pembangunan sanitasi berbasis masyarakat. (sv;chy;ekp)

Evaluasi Program Sanitasi Terpadu Djarum Dorong Kolaborasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Temanggung
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook