Ket [Foto]:
Penanganan Longsor Gemawang: Stripping Tanah dan Pembuatan Drainase Dimulai
Temanggung, MediaCenter - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Temanggung mulai menggarap trase (jalur) jalan baru di wilayah Seseh, Desa Ngadisepi, Kecamatan Gemawang.
Jalur ini dibuat untuk memulihkan akses yang putus total akibat longsor pada Jumat (2/1/2026) lalu.
Terlihat satu unit alat berat backhoe telah diterjunkan ke lokasi trase jalan Dalangan-Gemawangan yang tak jauh dari lokasi longsor. Tujuannya untuk melakukan pembersihan lahan yang berlumpur dan licin, karena guyuran air hujan.
?"Alat berat sudah mulai bekerja di lapangan. Fokus pengerjaannya adalah pembuatan drainase dan stripping atau pengupasan tanah," kata Kepala DPUPR Temanggung, Hendy Wahyu Nurhidayat, Kamis (8/1/2026).
Selain memutus konektivitas Desa Ngadisepi, Gemawang, dan Kemiriombo, Hendy menambahkan, bencana longsor tersebut berdampak pada saluran irigasi Gondangan. Aliran irigasi di titik longsor juga dibendung dan dialihkan sementara untuk mengurangi beban air di tanah yang labil.
?"Hari ini, kita kirim 12 pipa pralon diameter 8 inci dan 10 pipa beton untuk gorong-gorong. Pipanisasi ini darurat agar sawah tetap teraliri air dan mencegah gagal panen. Selain itu, bertujuan meminimalisir risiko longsor susulan," paparnya.
?Sementara itu, Bupati Agus Setyawan memastikan pelayanan publik tetap berjalan, meski akses terputus. Pemkab menyiagakan armada BPBD khusus untuk menjemput anak sekolah di wilayah terdampak. Ia meminta warga bersabar selama proses pengerjaan jalur darurat ini berlangsung.
?"Kami mohon dan kesabarannya. Sembari jalan diperbaiki dan pipanisasi terus berproses oleh tim DPUPR di lapangan, armada BPBD juga siaga untuk antar-jemput siswa di Desa Ngadisepi dan Kemiriombo. Mereka tidak boleh berjalan kaki jauh ke sekolah," ujar Bupati Agus. (Adt;Istw;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook