Super Flu Belum Terdeteksi di Temanggung, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada
Ket [Foto]:

Super Flu Belum Terdeteksi di Temanggung, Dinkes Minta Warga Tetap Waspada

Temanggung, MediaCenter - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Temanggung memastikan hingga awal Januari 2026 belum ada temuan kasus super flu di wilayah tersebut. Meski begitu, warga diminta untuk mewaspadai penyakit yang telah ditemukan di sejumlah daerah tetangga itu.

Kepala Dinkes Kabupaten Temanggung, dr. Intan Pandanwangi mengatakan, berdasarkan laporan dan pemantauan dari Puskesmas se-Kabupaten Temanggung, belum ada laporan pasien super flu.

“Sampai saat ini, data dari Puskesmas di Temanggung belum menunjukkan adanya kasus yang mengarah ke super flu. Semua masih dalam kategori influenza musiman dan ISPA yang lazim terjadi saat musim hujan,” kata dr. Intan, Kamis (8/1/2026).

Dikemukakan, 26 Puskesmas yang tersebar di 20 kecamatan terus melakukan surveilans aktif, terutama di pintu layanan rawat jalan, unit gawat darurat, hingga pelacakan gejala berbasis komunitas.

"Petugas terus bekerja dalam penanganan penyakit, namun belum ada temuan yang mengarah ke super flu," lanjutnya.

Meski nihil kasus, dr. Intan menekankan agar masyarakat tidak lengah, super flu ini sudah masuk ke Indonesia. Selain itu, musim hujan Januari 2026 diprediksi memiliki intensitas curah hujan yang tinggi dalam beberapa waktu ke depan, yang meningkatkan risiko penyakit saluran pernapasan, demam, diare, hingga DBD.

Ia menerangkan, musim hujan adalah momentum meningkatnya berbagai penyakit. Bukan hanya flu, tapi juga infeksi lain. Karena itu pihaknya minta warga tetap berhati-hati, menjaga imunitas, dan segera periksa ke Puskesmas terdekat, jika mengalami gejala demam tinggi, sesak napas, atau batuk berkepanjangan.

Dinkes juga mengingatkan beberapa langkah pencegahan sederhana yang bisa dilakukan warga, di antaranya menggunakan masker saat beraktivitas di kerumunan, jika sedang flu atau batuk, rutin mencuci tangan dengan sabun dan menjaga asupan gizi dan istirahat cukup

Dinkes memastikan akan mengeluarkan peringatan resmi jika ada perubahan status, serta menyiapkan respons cepat apabila ditemukan gejala penyakit baru yang bersifat klaster.

“Kami terus memantau. Temanggung aman untuk saat ini, tapi kewaspadaan tetap nomor satu. Jangan panik, namun jangan abai,” tandas dr. Intan. (Aiz;Ekp)

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook