Minat Jadi Pekerja Migran di Temanggung Meningkat
Ket [Foto]: Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung, Sri Endang Praptaningsih

Minat Jadi Pekerja Migran di Temanggung Meningkat

Temanggung, Media Center - Minat warga Kabupaten Temanggung untuk bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) menunjukkan tren peningkatan.

Tercatat hingga awal Januari 2026, tercatat 661 orang warga Temanggung telah mendaftarkan diri sebagai calon PMI melalui sistem resmi pemerintah.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung, Sri Endang Praptaningsih, Kamis (22/1/2026) mengatakan, berdasarkan pendaftaran pada sistem SiskoP2MI (Sistem Komunikasi dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia) yang dikelola Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI), terdapat 661 orang asal Kabupaten Temanggung yang mendaftarkan diri sebagai calon PMI.

“Sampai saat ini yang terdaftar di SiskoP2MI ada 661 orang. Itu baik yang mendaftar lewat dinas, maupun yang mandiri secara online. Sekitar separuhnya atau 330-an mendaftar melalui Dinperinaker Temanggung,” katanya.

Seluruh pendaftar tersebut merupakan warga Kabupaten Temanggung yang akan bekerja pada sektor formal. Itu di luar sektor pelayaran, kapal pesiar, dan pelayanan informal yang tidak tercatat di sistem Dinperinaker.

Meski jumlah peminat meningkat, lanjut Endang, Temanggung masih tergolong bukan daerah kantong PMI di Jawa Tengah. Jumlah calon PMI dari Temanggung jauh di bawah daerah-daerah yang selama ini menjadi basis pekerja migran.

“Kalau dibandingkan dengan daerah lain, seperti Cilacap atau Brebes itu jauh. Cilacap saja bisa sampai 7.000 orang. Jadi Temanggung ini masih tergolong kecil,” jelasnya.

Kendati begitu, tren peningkatan tetap terlihat jelas. Pada tahun 2024 lalu, jumlah calon PMI Temanggung tercatat sekitar 500 orang. Artinya, di tahun 2025 terjadi kenaikan lebih dari 160 orang.

“Kalau dibanding tahun kemarin, ini sudah naik. Artinya minat masyarakat untuk bekerja ke luar negeri mulai meningkat,” tambahnya.

Endang menegaskan, pekerja migran memiliki peran strategis bagi perekonomian nasional, maupun daerah. Ia juga mendorong agar masyarakat yang ingin bekerja ke luar negeri, bisa melalui jalur resmi dan legal. Itu supaya mendapatkan perlindungan hukum, jaminan sosial, serta kepastian hak-hak ketenagakerjaan.

“Mereka ini kan sering disebut pahlawan devisa. Kiriman uang dari luar negeri sangat membantu keluarga dan ekonomi daerah. Kami juga berharap, semakin banyak calon PMI yang memahami pentingnya berangkat melalui jalur resmi demi keselamatan dan masa depan mereka," pungkasnya. (Fir;Ekp)

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker) Kabupaten Temanggung, Sri Endang Praptaningsih
Tuliskan Komentar anda dari account Facebook