Ket [Foto]: Pelatihan Keterampilan Warga Temanggung
Pemkab Alokasikan Rp 300 Juta untuk Pelatihan Keterampilan Warga Temanggung
Temanggung, MediaCenter - Pepatah “uang boleh tipis, semangat jangan habis” tampaknya benar-benar dipraktekkan Pemkab Temanggung. Meski anggaran pelatihan tahun ini agak diet, upaya meningkatkan keterampilan warga tetap digeber tanpa kenal lelah.
Melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Dinperinaker), Pemkab Temanggung mengalokasikan dana Rp 300 juta dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk enam paket pelatihan keterampilan berbasis kompetensi dan produktivitas. Angkanya memang lebih ramping dibanding tahun lalu, namun pelatihannya tetap jalan, tidak ikut menyusut seperti dananya.
Kepala Dinperinaker Kabupaten Temanggung, Sri Endang Praptiningsih menyampaikan, bahwa pelatihan yang disiapkan cukup beragam. Mulai dari las, kuliner, sablon, servis kendaraan bermotor, pembuatan mebeler, hingga pertanian hidroponik.
“Dari yang biasa pegang obeng sampai yang akrab dengan selada, semua kebagian,” kata Endang sambil tersenyum, Kamis (22/1/2026).
Khusus pelatihan hidroponik, menurut Endang, dirancang untuk mendukung visi dan misi Bupati Temanggung, sekaligus memberi peluang usaha bagi warga yang lahannya tak seluas lapangan bola.
“Meski halaman cuma selebar jemuran, tetap bisa panen,” katanya.
Ia mengakui terjadi penyesuaian anggaran. Jika pada 2025 dana pelatihan mencapai Rp 600 juta, tahun ini menjadi Rp 300 juta, karena sebagian DBHCHT dialihkan untuk kebutuhan pembangunan lainnya.
Namun warga tak perlu berkecil hati, Dinperinaker masih mendapat suntikan semangat dari APBN berupa lima paket pelatihan tambahan, antara lain menjahit pakaian dewasa, keterampilan perkantoran, las, servis sepeda motor, hingga pembuatan roti dan kue, dengan total anggaran sekitar Rp 392 juta.
Sementara itu, pelatihan kecantikan, barista, menjahit lanjutan, serta bahasa untuk pemandu wisata masih harus bersabar menunggu giliran.
Meski begitu, Dinperinaker memastikan program pelatihan akan terus disesuaikan dengan kebutuhan dunia kerja dan peluang usaha masyarakat, karena di Temanggung, dana boleh menyusut, tetapi keterampilan warga harus tetap naik kelas. (Aiz;Ekp)








Tuliskan Komentar anda dari account Facebook